JAKARTA, Warungdesa.co.id – Menghemat uang saat pandemi COVID-19 memang harus dilakukan. Ya, gimana enggak? Pandemi ini mengimbas pada kita enggak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dari sisi ekonomi. Untuk kalian yang saat ini kehilangan pekerjaan, harus mulai menerapkan  dan mempelajari cara menghemat uang saat pandemi.

Kalau enggak? Ya, runyam. Pasalnya, kita juga enggak tahu pasti, kapan ekonomi membaik, setidaknya pulih seperti sediakala. Berikut “Cara Menghemat Uang Saat Pandemi” ala Warung Desa yang mungkin bisa kamu tiru :

  1. Motivasi dan Niat
    Kunci awal kalau kamu ingin menghemat uang saat pandemi adalah niat besar untuk melakukannya. Nggak sekadar “berniat untuk pengin”, tetapi harus benar-benar mau dan ingin melakukannya.

    Caranya: carilah motivasi yang kuat. Misalnya, bisa memperpanjang napas sampai 3 bulan ke depan, tanpa utang, tanpa penghasilan. Atau, tagihan kartu kredit bisa lunas, meski penghasilan menurun. Sesuaikan saja dengan permasalahan keuanganmu sekarang.

    Buatlah motivasi ini se-real mungkin. Kalau perlu, senyesek mungkin. Semakin realistis, semakin besar pula niat kamu untuk mulai gaya hidup hemat.
  1. Buat Anggaran
    Anggaran adalah kunci utama dalam upaya menghemat uang, jadi ayo, duduk dan buat anggaran belanja untuk bulan ini. Mumpung masih awal bulan nih (saat artikel ini ditulis)!

    Banyak orang malas melakukan ini. Entah mengapa, mungkin karena terlalu abstrak, atau saking banyaknya keperluan yang semuanya butuh uang. Padahal ya, enggak rumit juga loh. Saya yang malas ribet aja bisa kok, bikin anggaran belanja bulanan demi langkah hemat pengeluaran.

Mau tahu caranya? Begini cara mudah membuat anggaran:

Hitung pemasukan total
Buat daftar kewajiban: listrik, PDAM, pulsa, cicilan utang, tagihan, SPP anak, dan lain-lain, yang rutin dikeluarkan setiap bulan.

Tentukan proporsi investasi
minimal biasanya sih 10%. Tapi kalau kamu kesulitan uang sekarang, proporsi ini bisa diturunkan. Yang penting ada.

Tentukan kebutuhan dapur
coba cek pengeluaran bulan lalu.
Kalau malas menuliskannya, pakai amplop. Tiap amplop diisi uang sesuai anggaran, tulis “judul”-nya di sampul. Simpel kan?

  1. Catat pengeluaran
    Mencatat setiap uang yang keluar adalah koentji kedua untuk langkah hemat pengeluaran. Bebas, kamu mau mencatatnya di laptop dengan Excell, atau dengan aplikasi, atau kayak saya yang old school: pakai buku tulis. Salah seorang teman yang lebih males dari saya pakai cara ngumpulin nota, dan disatukan dalam kelompok pengeluaran yang berbeda, lalu disimpan dalam box. Cara ini juga bisa kamu sontek.

    Yang mana saja, asalkan nyaman dan bisa membuatmu konsisten untuk mencatat. Temukan cara yang paling nyaman untukmu ya.
  1. Beli sesuai kebutuhan
    Sudah punya anggaran, jangan dianggurin. Kadang gitu, sudah bikin bujet, eh … jatuhnya lupa. Nggak diterapkan. So, dipakai ya bujetnya. Terutama yang belanja groceries. Belilah sesuai kebutuhan. Meski kondisi darurat apa pun, enggak usah nyetok terlalu banyak. Akan lebih baik jika kamu menyimpan uang, ketimbang menyimpan bahan makanan. Mungkin kamu berpikir, ah, sekarang lebih banyak belanja online, jadi enggak ada kesempatan buat window shopping. Jadi bisa terkendalilah ya, belanjalah.

    Tapi, siapa bilang? Biar belanja online, tetep bisa window shopping kok. Coba, siapa yang hobinya scrolling marketplace, terus pencet-pencet “masukkan keranjang”, terus tahu-tahu kok checkout?
    Mana bisa hemat pengeluaran kalau gini caranya, ya kan, Jadi selalulah bertanya pada diri sendiri, kapan pun nafsu belanja muncul: butuh beneran atau pengin aja nih? Kalau pengin aja, bisa enggak ditunda? Atau, mungkin masih ada barang sejenis di rumah yang bisa dipakai dengan fungsi sama?

    Jangan langsung checkout, tapi coba beri diri sendiri waktu untuk berpikir. Siapa tahu, besok sudah enggak pengin beli barang itu lagi.
  1. Susun prioritas
    Di poin kedua di atas, ada yang namanya daftar kewajiban. Inilah yang harus diprioritaskan dalam pengeluaran kita. Yang lain, masih bisa diatur. Adalah penting buat kita untuk bisa mengenali dan menentukan prioritas kebutuhan kita. Dengan demikian, kita pun bisa menentukan, mana yang lebih penting untuk dicukupkan lebih dulu.

Baca juga : Tips Belanja Online Biar Nggak Merasa Ditipu

  1. Awas, impulsive buying!
    Nah, ini nih yang tadi kita bahas di poin 4 tadi. Yang terjadi, justru di masa pandemi ini, banyak orang terjebak pada impulsive buying loh. Belanja cuma karena pengin, belanja barang-barang yang kemudian kita sendiri lupa, beli karena apa. Belanja, karena orang lain pada punya juga, dan katanya bagus. Belanja, karena katanya barang ini penting digunakan selama pandemi. Hayo, siapa yang sempat panic dan impulsive buying selama pandemi ini? Beli masker, cairan pemutih, hand sanitizer, cairan alkohol, tisu basah, tisu toilet berlebihan, sampai nyetok berkardus-kardus di rumah?
  1. Dana darurat
    Yang terakhir, kalau saya nih, manjur banget buat “ngerem” keinginan buat belanja hal-hal yang nggak perlu dan bisa hemat pengeluaran. Prioritas dana darurat. Dana darurat adalah dana yang bisa kita pakai untuk keperluan-keperluan darurat. Misalnya kayak sekarang, kita kehilangan pemasukan akibat pandemi COVID-19. Kita enggak akan terlalu bingung karena ada dana darurat yang bisa dipakai untuk menyambung hidup dulu, seenggaknya sampai kita menemukan peluang baru untuk menambah penghasilan.

Nah, itu dia “Cara Menghemat Uang Saat Pandemi” ala Warung Desa. Keliatan banget emang, yang sekarang survive itu, biasanya yang memang sudah mempersiapkan dana darurat.

Gimana menurut kalian, cocok gak dengan kondisi saat ini? Atau, ada yang perlu dibenahi atau disesuaikan?.

Semoga pandemi ini segera berlalu ya, buat kalian yang mau punya usaha tambahan tanpa report keluar rumah jangan lupa Warung Desa-nya di install dan jadi Agen Warung Desa supaya tetap bisa produktif ditengah pandemi. Selamat mencoba!

Recommended Posts