JAKARTA, Warungdesa.co.id – Budidaya ikan gabus ternyata merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan karena bisa menghasilkan untung besar asal kita cermat dalam membudidayakannya. Walaupun tidak sepopuler ikan tawar lainnya, permintaan ikan gabus juga termasuk tinggi. Hal ini karena ternyata ikan gabus memiliki sejumlah manfaat, salah satunya yaitu mempercepat proses pemulihan sesudah sakit. Selain itu, ikan gabus kaya akan gizi, sehingga bagus untuk dikonsumsi sehari-hari.

Ikan gabus sendiri merupakan ikan asli Indonesia. Habitatnya dapat dijumpai di air tawar, waduk, sungai, serta rawa-rawa. Sayangnya, populasinya kian menurun. Sehingga, membudidayakan ikan gabus adalah suatu tindakan yang tepat.

Biasanya, permintaan ikan gabus datang dari restoran-restoran yang menyajikan makanan sehat lho! Nah bisa diperkirakan, berapa harganya saat ikan gabus dijual direstoran tersebut? Tentu mahal harganya. Gak herankan “Budidaya Ikan Gabus, Asal Cermat Untung Terus”.

Berikut info dari Warung Desa untuk budidaya ikan gabus.

Cara Budidaya Ikan Gabus

Sumber : klikdokter.com – Ikan Gabus

Sebelum membudidayakan ikan gabus, Anda harus menyiapkan beberapa hal, seperti di bawah ini:

  • Kolam ikan. Ukuran kolam yang disarankan adaah 2 m x 5 m. Dan ketinggiannya kira-kira 150 cm
  • Benih ikan gabus yang berukuran 3 hingga 4 cm
  • Pakan ikan gabus berupa pelet sebanyak 2 hingga 3 kilogram
  • Siapkan setidaknya 1500 ekor benih ikan gabus dengan perhitungan 15 ekor per m2

Nah, setelah persiapannya selesai, saatnya eksekusi!

1. Memilih Kolam Untuk Budidaya Ikan Gabus

Anda bisa membudidayakan ikan gabus menggunakan 3 media, yaitu tanah, terpal, dan beton. Tentu saja ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Cara budidaya ikan gabus di kolam terpal tidak mengandung lumpur. Sehingga ikan yang dipanen tidak berbau lumpur dan proses panennya dinilai lebih cepat karena tidak licin saat memanen. Kemudian, kolam terpal anti bocor, cocok untuk daerah yang minim air. Berbeda dengan kolam tanah yang terkadang airnya merembes. Selain itu, suhu kolam lebih terjaga karena pada bagian bawahnya terdapat alas sekam.

Ada juga kolam tanah yang merupakan teknik tradisional. Meskipun masih tradisional, kolam tanah memberikan beberapa keuntungan seperti hemat air karena biasanya dialiri langsung dari sungai terdekat. Kemudian ikan gabus akan mendapatkan pakan alami, karena biasanya kolam tanah mengandung plankton. Dan juga perairan lebih subur karena tanah biasanya sudah berisi pupuk dan gembur.

Dan yang terakhir adalah kolam beton. Dari 3 media budidaya ikan gabus, kolam beton yang paling sulit dan paling lama pembuatannya. Namun, kolam beton tidak menimbulkan bau lumpur dan mudah untuk dibersihkan. Selain itu, kolam beton lebih awet dan juga tahan lama.

Dari ketiga media di atas, mana yang sebaiknya dipilih? Jawabannya tergantung anda. Mana yang menurut anda lebih mudah untuk dikerjakan, mulai dari dana hingga sumber dayanya.

Baca juga : Budidaya Ulat Bambu, Menguntungkan Tak Banyak yang Tahu

2. Memilih Indukan Ikan Gabus

Agar proses budidaya berjalan dengan lancar dan menghasilkan, sangat disarankan untuk memilih indukan gabus yang memiliki berat minimal 1 kg. Selain itu, Anda juga harus bisa membedakan makan ikan gabus jantan dan betina.

Ikan gabus jantan, biasanya genitalnya berwarna merah dan lembut, serta mengeluarkan cairan bening saat ditekan. Sedangkan ikan gabus betina, akan mengeluarkan telur-telur kecil saat ditekan. Kemudian, gabus jantan berwarna lebih kontras sedangkan gabus jantan lebih gelap. Dan yang terakhir, gabus betina bentuk kepalanya bulat sedangkan gabus jantan berbentuk oval.

3. Proses Pemijahan Ikan Gabus

Pada proses ini, Anda membutuhkan sekitar 20 hingga 30 ekor indukan gabus yang siap kawin. Siapkan media untuk pemijahan berukuran 8 x 5 x 3 meter dengan tinggi 60 cm. Air juga harus mengalir.

Anda dapat menambahkan eceng gondok pada kolam pemijahan untuk menambah kenyamanan proses pemijahan.

Saat ikan gabus bertelur, ambil telur menggunakan scoop net, lalu pindahkan ke kolam penetasan. Biarkan telur-telur tersebut menetas secara alami.

4. Proses Telur Ikan Gabus Menetas

Pindahkan telur pada kolam yang sudah disediakan dengan ukuran 70 x 50 x 50 cm. Ketinggian air yang dibutuhkan kira-kira 50 cm. Anda juga harus memperhatikan suhu airnya, yaitu 20 hingga 23 derajat Celcius.

Agar dapat menetas dengan baik, beri jarak setiap 5 butir ikan gabus per centimeter persegi. Biasanya, telur akan menetas dalam waktu 24 jam.

Saat telur menetas, 2 hari kemudian berikan pakan anakan gabus dengan nauplil artemia sebanyak 3 kali sehari. Disarankan untuk memberikan pakan yang tidak terlalu banyak agar air tidak kotor. Kemudian, setelah usianya 5 hari, anda dapat memberikan pakan yang lain seperti daphnia dengan dosis 3 kali sehari. Jangan sampai kurang atau terlambat memberikan makan, karena benih ikan gabus bersifat kanibal.

5. Penebaran Benih Ikan Gabus

Ikan gabus yang sudah berusia 2 minggu sudah siap untuk ditebar di kolam utama. Penebaran benih yang disarankan adalah saat pagi hari sebelum makan. Dan jangan berikan makan selama 2 hari setelah penebaran benih.

6. Pakan Budidaya Ikan Gabus

Pakan ikan gabus sendiri sebenarnya bervariasi. Jadi, Anda tidak perlu bingung memberikannya pakan apa. Yang paling sering adalah pelet yang bisa anda beli di toko pakan ikan. Selain itu, ikan gabus juga bisa mengonsumsi sisa ikan teri, anakan rayap, atau ampas dapur.

Anda juga bisa membuatkannya pakan sendiri dari campuran bekatul, jagung, ampas tahu, dan ikan teri yang sudah direbus dan digiling.

7. Proses Panen Ikan Gabus

Ikan gabus sudah siap panen jika usianya 6 bulan. Hasil panen ikan gabus biasanya bervariasi, mulai dari kecil hingga besar. Anda dapat mengelompokkannya berdasarkan besar kecilnya ikan gabus. Di pasaran, ikan gabus dihargai 30 ribu hingga 40 ribu per kilonya.

Jenis Ikan Gabus Untuk Dibudidaya

Ada beberapa jenis ikan gabus yang biasanya dibudidayakan, seperti:

1. Great Snakehead

Ikan gabus yang paling sering dibudidayakan adalah jenis Great Snakehead. Jenis ini dinilai memiliki daging yang tebal, kaya akan gizi, dan juga ukurannya yang besar. Great Snakehead dapat tumbuh hingga 1 meter dengan ukuran kepala yang lebih besar dan tak bersisik seperti kebanyakan jenis snakehead. Biasanya, jenis ini banyak didistribusikan ke restoran-restoran besar karena termasuk jenis yang langka.

2. Forest Snakehead

Jenis ini tidak sebesar Great Snakehead dan warnanya pun lebih pudar daripada sebelumnya. Namun, Forest Snakehead memiliki kelebihan yaitu dapat dibudidayakan di rumah. Karena jenis ini tahan terhadap segala macam suhu dan cuaca. Saat dewasa, Forest Snakehead dapat tumbuh hingga 40 cm.

3. Channa Gachua

Ternyata, ada yang lebih kecil lagi dari Forest Snakehead, yaitu Channa Gachua, sekitar 20 cm saat dewasa. Selain dibudidayakan, ikan gabus Channa Gachua juga sering dijadikan sebagai ikan hias karena warnanya yang cantik.

Nah, itu dia cara budidaya ikan gabus yang mudah dipraktikkan sekalipun kamu seorang pemula. Bagaimana, berminat membudidayakan ikan gabus? Yang merupakan “Budidaya Ikan Gabus, Asal Cermat Untung Terus”

Buat yang mau tahu seputar peluang usaha menarik lainnya baca terus yah artikel Warung Desa lainnya. Untuk kalian yang ingin membuka usaha dari rumah jangan lupa untuk segera instal aplikasi Warung Desa

Karena cuma Warung Desa yang bikin kamu bisa menikmati “Usaha Rumahan Hasil Kantoran”

Recommended Posts